Hidup dalam Dillema

Dua Puluh Satu tahun sudah saya berkiprah dalam dunia pendidikan, berbagai macam pelatihan sudah saya jalani demi kemajuan peserta didik, berbagai strategi pembelajaran sudah saya terapkan, namun ada ketidak seimbangan dalam sistem tersebut karena tidak semua komponen berjalan sesuai standar.
Ada rasa ketidakpuasan dalam batin mengapa hasil tidak maksimal, apa yang salah?
Rasanya perlu kita mencoba menerapkan sistem pendidikan yang betul-betul formal, dalam arti kita harus mengkondisikan standarisasi semua elemen, seperti: Guru, Media, Sarana dan Prasarana dan semuanya harus terevaluasi.
Yang terjadi sejak dulu adalah semua berjalan di tempat, kadang malah berjalan mundur, terutama sejak Tunjangan Sertifikasi Guru diterapkan.
Kecemburuan membuat kinerja menurun, sementara yang sudah menerima tunjangan sertifikasi samasekali gak beda dengan yang lainnya, tidak ada tanggungjawab moral.

~ oleh superbejo pada 26 Maret 2011.

Satu Tanggapan to “Hidup dalam Dillema”

  1. kejadian seperti ini terjadi di semua lini, bukan hanya di sekolah. inilah kenyataan yangharus kita terima dan jalani

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.