Prestasi yang Terabaikan

Banyak prestasi anak-anak Bartim di bidang olahraga yang telah dan bisa dicapai, namun musuh terberatnya adalah tiadanya DANA yang menunjanjang, Siapa yang Salah???

Selaku pembina basket SMANSAYANG JOSS BC, saya kerab kali naik turun kantor Pemda Bartim sambil membawa proposal, kadang mujur kadang celoteh tak sedap yang kudapat, itulah resiko pengemis.

Namun sekarang lain, sekolahku sudah melimpah dana; Dana Subsidi, dana Komite, dan dana lain yang tak mengikat.

Salahkah aku jika memasukkan program olahraga ke dalam RAPBS yang begitu besar? bukankah olahraga merupakan termasuk Pengembangan diri  yang harus dilaksanakan di sekolah?

 Di sisi lain hadiah yang diberikan oleh penyelenggara sangat kecil, sehingga tak mampu untuk membiayai kegiatan tersebut, sering kali kami mengeluarkan uang 24 juta, hadiah yang diperoleh 1 juata untuk juara I.

Terkadang olahraga hanya milik olarawan saja, yang paling ekstrim adalah ada pemangku kebijakan yang tega memangkas dana untuk kepentingan diri sendiri, entah terbuat dari apa hati mereka.

Wallahu a’lam

~ oleh superbejo pada 28 Oktober 2010.

6 Tanggapan to “Prestasi yang Terabaikan”

  1. Pada saat tes cakep kemarin saya tertarik makalah busiti yang mengangkat tentang “PENDIDIKAN BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL”. saya sangat setuju dengan isi makalah itu yang diantaranya adalah hal-hal yang menjadi andalan sekolah/sekolah harus mendapat porsi yang memadai. Melihat tulisan Bapak, saya mencermati adanya potensi di bidang olahraga. menurut saya sudah semestinya dewan guru dan stakeholder melihat hal ini perlu didukung. tidak perlu membesar-besarkan hal-hal yang terlalu muluk…yang ujungnya hanya manipulasi (meningkatkan NEM)
    semoga gagasan bapak mendapat sambutan dari semua pihak

  2. salam kenal dari dalang Bartim pak……..
    perlu adanya penjurusan pengembangan bakat yang dilindungi hukum dan disejajarkan dengansekolah umum untuk menunjang kemajuan indonesia,
    salam rahayu

  3. Sampai kapan negeri ini akan selalu terpuruk? Bencana alam sudah sangat sering terjadi dan bencana kemerosotan moral, pendidikan dan prestasi sudah menghadang didepan. Mari kita bantu mereka generasi muda dengan segenap upaya dan dana yang bisa kita berikan sambil tak bosan2nya kita mengemis.:(

  4. salut deh… bapak benar benar guru yang peduli terhadap siswa, apalagi olahraga.. biasanya kan kepsek tidak terlalu ‘care’ dengan olah raga, yg paling diutamakan adalah akademik..

    oh ya pak, tenis meja juga kurang dilirik ni…

  5. wah sebagai guru olahraga, bapak sangat bagus karena sudah perhatian sama siswa-siswinya,,,

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.