Guru Abad 21
Tanah dan air penuh dengan mahluk hidup, namun terkecuali manusia, mereka jarang sekali mengalami perubahan, dan kalaupun mereka berubah, perubahan itu memerlukan waktu yang lama sekali. Paku-pakuan tumbuh dan ikan berenang tetap dalam cara yang sama seperti apa yang mereka lakukan jauh sebelum manusia berjalan di atas permukaan bumi ini. Semut-semut yang rajin melanjutkan kegiatan mereka sehari-hari untuk mempertahankan kelangsungan hidup mereka, tetap dengan cara yang tidak bebeda ketika dinosaurus menguasai dunia. Tetapi manusia dalam sejarahnya yang singkat telah mengubah wajah dunia dan dirinya sendiri. Cirri khas yang dimilikinya adalah perubahan yang terarah dengan mempergunakan pikirannya. Dia adalah Homo sapiens ; Manusia si pemikir.
Otak manusia bekerja seperti jantung yang tak berhenti berdenyut, siang dan malam, sejak masa kecil sampai tua renta. Dalam jaringan yang besarnya kurang dari satu setengah kilogram itu, tercatat dan tersimpan berbilyun-bilyun ingatan, kebiasaan, kemampuan, keinginan, harapan dan ketakutan. Di dalamnya tersimpan pola, suara, perhitungan dan berbagai dorongan. Bahkan bisikan yang terdengar tiga puluh tahun yang lalu, atau kenangan kebahagiaan yang tak kunjung datang namun terus terbayangakan ( misalnya keinginan guru untuk memiliki gaji yang layak).
Bahwa manusia berpikir tiap saat adalah gambaran sehari-hari yang teramat biasa, namun bahwa sejarah kemanusiaan akan lebih mudah dipahami bila kita tinjau dari proses belajar, kenyataan ini merupakan konsep yang kurang dikenal. Sebenarnya karena disebabkan oleh factor belajarlah maka kita menjadi manusia seperti sekarang ini. Otak manusia yang menakjupkan, yang terbentuk sel demi sel dan refleks demi refleks, diperkuat oleh dua kekuatan yang tak kurang menakjupkan, yakni kemampuan berbicara dan tangan yang perkasa. Perkembangan yang berjalan sangat lamban namun mengesankan , lewat proses belajar dan belajar , mengandung hal-hal yang memilukan dan memukau.
Hanya dengan belajar dan belajarlah para guru akan sanggup menjawab tantang kemajuan jaman

menarik sekali artikelnya pak,dengan belajarlah kita dapat mewujudkan sesuatu.salam kenal dari saya, pahwawan45
permsi mr akhta,, numpang taut link ya
http://ulah55.wordpress.com/2010/10/04/pelantikan-bantara.html
rasanya kemarin dah komentar, apa ditahan oleh moderasi?
salam kenal dari dalang bartim pak……
membaca kalimat terakhir paragraf terakhir menunjukan kita harus mensyukuri nikmat Allah karena diberi panca indera yang genap dibanding makhluk lain.
salam rahayu