Hasil UN 2010
Sudah dapat diduga UN 2010 akan meninggalkan kisah sedih, duka, sesal dan frustasi bagi siswaku, 60 orang yang gagal UN 2009 ikut mendaftar sebagai peserta UN 2010 dengan berharap bisa memperbaiki jati dirinya, namun nasip atau kehendak Tuhan berkata lain ” Anda harus mengikuti UN ulang 10 Mei 2010″.
Sementara adik kelas yang menjadi peserta UN 2010 juga tidak mau peduli dengan kegagalan UN 2009, mereka acuh, cuek seakan tidak mau tahu betapa pedihnya mengalami kegagalan, hal ini bisa dilihat dari: tidak memiliki buku referensi, jarang masuk sekolah , Ujian Sekolah harus dijemput dari rumahnya, sampai hari H belum ngumpul foto dan masuk Pusat Sumber Belajar hanya buka FB.
UN identik ujian untuk guru itu sendiri di mana guru harus mau dan mampu jadi pencuri di sela-sela pengawasan polisi dan TPI serta LSM. Tragis memang, namun itulah usaha sang pahlawan tanpa tanda jasa.
Namun tahun ini kita terkecoh, kode soal A dan B yang tahun dulu hanya dibolak balik nomor ternyata tahun ini betul-betul berbeda sehingga bagi 1 orang guru yang kemampuannya kurang sangat mustahil bisa menyelesaikan dalam waktu 2 jam( kapan baginya?). Apalagi kalau soal UN tahun depan dibuat kode A – T dengan soal yang sama sekali beda, pasti prosentase UN secara nasional bukan hanya turun 5% tapi mungkin turun 75% ditambah lagi seandainya pengawas ruangannya seorang polisi dan LJK langsung di kumpul ke Jakarta pasti hasil UN ASLI.
Itulah sebabnya UN selalu menimbulkan pro dan kontra, namun keberadaannya masih tetap dipertahankan dengan alasan mutu. Entah sampai kapan UN serta rumus kelulusannya dijadikan tolok pengukuran mutu. Tapi yang jelas sebagai masyarakat marginal kita harus patuh, manut sama permen.

KAlau lihat di teve, pak nuh itu dulu sangat menentang UN, tapi sekarang…
pasti gak beda dengan guru-guru, kalau dijadikan menteri pasti beda suaranya
kejujuran…? ah pret.!
Pahlawan…?
sepertinya perlu di tinjau kembali
bukankah pendidikan seperti ini juga yang telah menghasilkan gayus-gayus?
Hasilnya berapa persen yang lulus pak,,..?? ky apa nasib ading ulun kna pak lah….!!!, tiap tahun makin ketat,,
Mampir2 kesini pak lah…!!!
Terima kasih untuk komentar yang manis; sebab UN adalah Ujian Nasional. Dan yang berbau nasional boleh jadi dekat dengan yang nasionalis atau sejenisnya. Jadinya bangsa kita harus terus belajar, belajar dan belajar – supaya menjadi bangsa yang bermartabat, cerdas dan tawakal.
Tabe
mungkinkah suatu saat Pahlawan Tanpa Tanda Jasa diberikan julukan yang lain Pak ? kalau ya, semoga julukannya menunjukkan kesejahteraan guru semakin tinggi. salam sukses selalu Pak.
[...] Kepala Sekolah SMA N 1 Tamiang Layang yang gemar olahraga basket ini juga berjanji akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah [...]
Kami di SMP masih sedang ketar-ketir juga, Pak.
UN? Siapa takut? UN = ujian nenek2.