jump to navigation

Akhir Drama UN 2009 3 November 2009

Posted by superbejo in Tidak terkategori.
3 comments

Semua orang pasti setuju kalau kelulusan Ujian Nasional diperoleh melalui demonstrasi pasti berdampak buruk bagi pendidikan di masa datang, untuk itulah kami akan menjelaskan secara detail mengapa hal tersebut bisa terjadi di Disdikpora Bartim.

Setelah beredar kabar di kapost tanggal 4 Juli 2009 bahwa sekolah-sekolah di Barut yang kelulusannya 0% berhasil lulus 100%, para siswa mendatangi sekolah dan bertanya mengapa hal itu bisa terjadi? Kami tidak bisa menjelaskan kepada para siswa sebab pada waktu itu tidak ada penjelasan resmi dari pihak dinas pendidikan provinsi, yang ada hanya penjelasan dari kepala sekolah SMAN 2 Mute bahwa beliau menjelaskan bahwa beliau mengurus ke BSNP Jakarta. Kemudian pada tanggal 11 Juli 2009 para siswa mendatangi DISDIKPORA bartim dan menanyakan hal tersebut, ternyata jawaban kadis kurang memuaskan malah menyuruh anak-anak sekolah di Barut.

Merasa kurang puas dengan jawaban tersebut, maka secara resmi anak-anak mengadakan demonstrasi dengan mengantongi izin dari Kapolres Bartim tepatnya tanggal 13 Juli 2009, lagi-lagi anak-anak tidak memperoleh jawaban yang pasti, malah Kadis dan skretaris tidak ada di tempat, kemudian mereka melanjutkan demonstrasi ke kantor Bupati bartim, pada saat itu kami ditelpon agar mendampingi anak-anak. Pada saat itu rapat dipimpin Asisten I dengan dihadiri DPR dan para pejabat lain, secara spontan kami membuat rumor adanya dana kontribusi kelulusan karena pada saat itu suasana semakin kurang kondusif lagi-lagi pihak Diknas tidak bisa memberikan penjelasan kepada para siswa.

Pada saat itu pula asisten I membentuk tim khusus yang katanya akan langsung mengadakan klarifikasi ke Dinas Provinsi, ternyata tim tersebut tidak pernah terbentuk sampai akhirnya kami harus berangkat sendiri ke Provinsi yaitu tepatnya tanggal 17 Juli 2009, di diknas Provinsi kami langsung diterima oleh pak Hardi Rampay dan beliau berjanji akan mengklarifikasi ke Jakarta pada tanggal 20 Juli 2009 dan kata beliau akan langsung datang ke Bartim mengantarkan hasil UN setelah diklarifikasi ke Jakarta. Pada saat itu kami melaporkan bahwa telah terjadi salah paket pada saat pembagian soal UN karena ketidaktahuan pengawas UN.

Hari demi hari kami menunggu hasil yang dijanjikan tidak juga kunjung datang, akhirnya pada tanggal 27 Juli 2009 kami diundang oleh DPRD dalam acara Hearing, pada saat itu diselipkan secara khusus permasalahn kami, dan para eksekutif dan legislative sepakat agar permasalahan tersebut diserahkan kepada DISDIKPORA dan tidak perlu dibesar-besarkan karena menyangkut stabilitas Bartim yang pada tanggal 12 Agustus 2009 akan melangsungkan HUT yang ke – 7.

Pada tanggal 27 Juli 2009 Kakanwil Dinas Provinsi mengeluarkan surat resmi yang isinya antara lain pihaknya masih menunggu hasil scanning, dan beliau mengatakan paket C merupakan solusi terbaik. Dengan catatan jika dalam peninjauan kelulusan ini siswa tersebut dapat dinyatakan lulus, maka ujian paket C dapat dibatalkan. Dan ternyata semuanya lulus paket C termasuk siswa yang tidak ikut UN, tetapi tetap tidak ada yang lulus UN.

Itulah kronologis yang dapat kami jelaskan dengan sebenar-benarnya, kami segenap warga SMAN 1 Tamianglayang mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang merasa tidak nyaman dengan kejadian tersebut, semoga kejadian ini tidak terulang di masa mendatang. Khusus buat BSNP kami sependapat kalau Ujian Nasional ini berfungsi sebagai pemetaan mutu pendidikan, bukan penghakiman bagi siswa karena dari tahun ke tahun kecurangan UN semakin besar dan sistematis. Hal itu sangatlah logis karena masing-masing sekolah lebih mementingkan prestise dibandingkan dengan prestasi, selain itu adanya keterbatasan BSNP dalam pengawasan pelaksanan UN akan dipergunakan pihak-pihak tertentu guna memenuhi hasrat orang banyak.

Semoga penjelasan ini bisa menenangka para orang tua dan LSM  Bartim, hanya inilah yang dapat kami korbankan demi anak cucu kami dan jika nanti diperlukan kami siap memberikan informasi yang lebih spesifik.