Bertepuk Sebelah Tangan 6 Juni 2009
Posted by superbejo in Tidak terkategori.trackback
Maksud hati memeluk gunung apa daya tangan tak sampai, ini untaian kata yang sederhana namun penuh makna, baik makna yang tersurat maupun makna yang tersirat.
Kami selalu mendahulukan mutu, namun di pihak lain(baca Disdikpora) tidak bisa mengakomodasikan keinginan kami, sehingga kami harus banyak menahan rasa ketidak puasan sekaligus menahan kekecewaan kawan-kawan yang selalu berpikir maju.
Dalam hirarki kedinasan situasi ini sangat tidak menguntungkan, karena ketercapaian visi dan misi menjadi sekedar wacana atau hanya bualan orang-orang yang frustasi, orang-orang tak punya kompetensi atau orang yang menderita education sindrome.
Tapi apa mau di kata, talenta tidak bisa dipaksakan, mentality tidak bisa dikarbid. Hitam di atas putih jadi tampak dengan jelas, itulah realita.
Money Oriented menjadi pilihan orang-orang yang berdedikasi rendah
Memang begitu realitanya pak. Seandainya semua orang memiliki idealisme yang positif dan mentalitas memajukan bangsa lebih gede dari pada mempertebal saku kantong, sampean mungkin tidak akan mendapatkan predikat orang2 yg sabar.. bukankah gelar itu yg sedang anda kejar???
Memang benar, kesabaran adalah segala-galanya. Buku La Tahzan banyak memberikan saya pencerahan.
Jika para pedagang tiap hari bisa menghitung laba hasil usahanya, maka kita gak usah menghitung berapa pahala yang kita dapat tiap hari selama mengajar.
dua komentar saya:
pertama, soal ga bisa memeluk gunung karena tangan ga sampai… bikin maketnya aja pak
kedua soal tulisan, kayaknya lagi meluapkan emosi terpendam ya pak???? talenta sih bisa ditingkatkan asal mau dilatih dan mau belajar. kan belajar bisa sama siapa aja dan di mana aja…