jump to navigation

Ketika Guru Bermetamorfosis Menjadi Monster 5 Desember 2008

Posted by superbejo in Tidak terkategori.
3 comments

Idealisme guru bisa terlihat ketika sang guru baru melaksanakan tugas sebagai guru, baik berupa: guru honorer, guru kontrak, atau guru CPNS.

Performa, kinerja dan dedikasi sang guru dapat tercermin sejak awal, dan dapat disimpulkan ketika sang guru tersebut alih fungsi sebagai tenaga fungsional.

Banyak mantan guru yang berhasil menduduki jabatan tinggi di negeri ini, akan tetapi sangat sedikit yang mengingat pengalaman pahitnya sebagai sebagai guru, hasilnya adalah mereka justeru mempressing kinerja guru, tanpa harus memperjuangkan nasib guru bahkan mereka mengambil keuntungan dari keringat para guru. Kacang lupa kulitnya??

Rupanya issu good government dan  clean government hanyalah wacana bagi seseorang yang belum masuk policy cycle yang cenderung menghasikan good policy yang semu, padahal di dalam penuh dengan bad policy yang terselubung oleh kepalsuan dan bernuansa pengamanan kebijakan agar tidak diketahui oleh masyarakat.

Tak salah kalau orang bijak berkata “Kalau kita harus jujur, maka kita harus berbohong”. Bohong kepada Banwas, BPK maupun Jaksa. Namun kita tidak bisa membohongi Allah, bahkan kita selalu dimonitor oleh Allah dengan RoqibCam dan AtidCam secara otomatis.

Inilah yang disebut policy failure yang akan menghancurkan bangsa ini, karena mereka tidak tahu kapan mereka berkata benar atau kapan mereka berbohong.

Alangka baiknya kalau kepompong menjadi kupu-kupu, tetapi alangka jeleknya kalau guru menjadi monster.