Kurban Hewan/Uang 9 Desember 2008
Posted by superbejo in Tidak terkategori.2 comments

Sapiku
Kurban merupakan perkara syara’ yang bisa sunnah bahkan wajib dilakukan orang muslim seantero dunia. Hal ini sesuai dengan firman Allah” Maka bersholatlah kepada tuhanmu dan berkurban” (QS. Al-Kautsar:2) dan “Maka makanlah kamu dari sebagian yang telah disembelih itu dan beri makanlah orang yang rela menerima dan orang yang meminta”(QS. Al-Haj:36).
Dari fenomena yang ada hati kita sangat miris, melihat orang yang antri kupon daging kurban sampai pada pengambilan daging kurban, ada yang sampai pinsan mungkin nanti bisa menyebabkan kematian sebagaimana antri zakat fitrah di Pasuruan.
Apa yang salah pada kegiatan tersebut?? Sistem atau mental pengemis yang merasuk dalam dada manusia? Mungkinkah manusia sebanyak itu tidak pernah makan daging?
Apapun alasannya yang jelas kita harus bisa mengantisipasinya, karena pemandangan seperti itu sangat menyayat hati yang melihatnya, kecuali hati orang yang riya’ demi pujian manusia yang senang dengan kondisi itu.
Lain halnya dengan kisah di Banjarmasin tahun lalu, orang yang dapat daging kurban sampai dijual dengan harga murah karena saking banyaknya daging di rumahnya.
Hal inilah yang menjadi topik dalam buku Al-Islam ma’a Al-Hayat dengan penuh tanda Tanya” Apakah kita menghambakan(patuh) diri kepada syara’ dengan berkurban hanya untuk daging, yang pada akhirnya hanya untuk kemusnahan”.
Adakah solusi yang baik agar penerima daging kurban tidak kebanjiran daging yang pada akhirnya bertindak melampoi batas dan menimbulkan haram baginya???
Ketika Guru Bermetamorfosis Menjadi Monster 5 Desember 2008
Posted by superbejo in Tidak terkategori.3 comments
Idealisme guru bisa terlihat ketika sang guru baru melaksanakan tugas sebagai guru, baik berupa: guru honorer, guru kontrak, atau guru CPNS.
Performa, kinerja dan dedikasi sang guru dapat tercermin sejak awal, dan dapat disimpulkan ketika sang guru tersebut alih fungsi sebagai tenaga fungsional.
Banyak mantan guru yang berhasil menduduki jabatan tinggi di negeri ini, akan tetapi sangat sedikit yang mengingat pengalaman pahitnya sebagai sebagai guru, hasilnya adalah mereka justeru mempressing kinerja guru, tanpa harus memperjuangkan nasib guru bahkan mereka mengambil keuntungan dari keringat para guru. Kacang lupa kulitnya??
Rupanya issu good government dan clean government hanyalah wacana bagi seseorang yang belum masuk policy cycle yang cenderung menghasikan good policy yang semu, padahal di dalam penuh dengan bad policy yang terselubung oleh kepalsuan dan bernuansa pengamanan kebijakan agar tidak diketahui oleh masyarakat.
Tak salah kalau orang bijak berkata “Kalau kita harus jujur, maka kita harus berbohong”. Bohong kepada Banwas, BPK maupun Jaksa. Namun kita tidak bisa membohongi Allah, bahkan kita selalu dimonitor oleh Allah dengan RoqibCam dan AtidCam secara otomatis.
Inilah yang disebut policy failure yang akan menghancurkan bangsa ini, karena mereka tidak tahu kapan mereka berkata benar atau kapan mereka berbohong.
Alangka baiknya kalau kepompong menjadi kupu-kupu, tetapi alangka jeleknya kalau guru menjadi monster.