F I T N A H 5 April 2008
Posted by superbejo in Tidak terkategori.trackback
Penghinaan Islam beserta Nabinya telah dilakukan dari awal. Paul Alvarus (w. 859 M) menggunakan Kitab Daniel(Book of Daniel) untuk menyatakan bahwa Muhammad sesuai dengan gambaran Anti-Kristus, lengkap dengan tanda jahanam 666, yang adalah kematian Nabi. Fitnah terhadap Nabi ini menjadi satu dengan penyelenggaraan sastra rakyat yang dikenal sebagai chansons de geste di mana Nabi diandaikan dengan sinonim setan. Mahound dan roman kepahlawanan yang kemudian dikembangkan . Dalam abad pertengahan, fitnah ini memberi pengaruh yang luar biasa terhadap literatur Italia, Jerman, Sepanyol, Perancis dan Inggris, bahkan sampai dengan abad ke – 17 dalam bentuk yang berbeda. Gayanya terlihat kembali pada abad ke – 19 dan ke – 20. Contoh yang sudah kita lupakan adalah tulisan Salman Rushdie dengan The Satanic Verses ( Ayat-ayat Setan, bukan Ayat-ayat Cinta), yang telah menuliskan kehidupan Muhammad dalam gaya fitnahan literatur chansons, karikatur Nabi Muhammad yang dibuat di Denmark, dan kemudian Film Fitna yang dibuat oleh warga negara Belanda. Entah fitnah macam apalagi yang akan muncul.
ISALAM = TERORISME ???
Islam dan terorisme menjadi identik, setelah kejadian 11 September 2001. Hal ini menjadi wajar. Tidak ada yang lebih tinggi dari kebenaran. Islam tidak dapat disalahkan dalam aksi teroris yang menyerang World Trade Centre di New York dan Pentagon di Washington, sama halnya Kristen tidak dapat disalahkan karena kamar gas, atau Katolik karena kegiatan teroris di Irlandia. Teroris mengikuti jalan pikiran mereka sendiri yang berbelit-belit dan berada di luar ukuran normal, melampau alasan-alasan yang masuk akal. Mereka adalah orang-orang yang tidak berperasaan di mana kejahatannya bertindak menakutkan hati nurani semua orang.( ingat tragedi bom Bali I dan II, bukankah pelakunya muslim yang berpegang pada Al-Quran dan Sunnah??)
KEBEBASAN INFORMASI
Sekarang informasi mudah di dapat di mana-mana, baik berupa teks, audio, maupun video. Banyak manusia Indonesia yang tidak siap dengan keberadaan informasi tersebut. Hal ini bukan hanya menyebabkan permusuhan antar umat beragama, akan tetapi antar sesama umat beragama saja bisa bentrok. Coba saja baca buku yang berjudul “ Mantan Kiai NU yang mengupas sholawat syirik, istighosa, tahlil dan seterusnya……” karangan H. Makhrus. Kalau pembacanya tidak sabar membacanya bisa-bisa berbuat brutal, sebagaimana brutalnya ormas Islam yang menyerang Ahmadiyah dan LDII.(beruntunglah negara komunis, mereka tidak pernah bentrok dengan keyakinan yang mereka anut).
TELADANI SIFAT NABI MUHAMMAD
ü Nabi Muhammad saw. tidak marah ketika dihina seorang pengemis Yahudi dengan ejekan “ Muhammad pembohong”
ü Kebenaran itu datangnya dari tuhanmu, maka dari itu janganlah kamu ragu.
ü Tidak ada paksaan dalam beragama
ü Buat kamu agamu dan buat aku agamaku.
Alhamdulillah Cak Anam,
Sejuk membaca postingnya Cak…kita harus berusaha dengan sekuat tenaga untuk siap menjadi pembela risalah Muhammad SAW dengan santun dan bijak, dengan sifak sidik dan fathonah.
Salam
amiin
bismillahirrahmanirrahim
musuh-musuh Allah tidak akn berhenti membuat tipu daya, dan itu memang sudah pekerjaanya, yang penting bagaimana kita bisa membuktikan, bahwa islam tidak seperti itu. Allahu Akbar!
kadang kita mengelak gak seperti itu, tapi yang kita lihat…. sekarang menjelang puasa, anak-anak kecil sudah belajar main petasan, besar main bom? kenapa harus petasan? kenapa harus bulan puasa?
dihina bukan berarti akan terhina cak
tunjukan bahwa islam tidak seperti yang dituduhkan
dan jangan membalas sesuatu yang keji dangan kekejian lagi
numpang lewat ya
wassalam
“ditunggu kunjungan baliknya”