jump to navigation

Haji Illegal 17 Februari 2008

Posted by superbejo in Tidak terkategori.
trackback

Haji illegal bukan hanya terjadi tahun ini saja, tiap tahun di Kalsel selalu memberangkatkan Umrah Plus(plus haji illegal). Dan anehnya MUI mengetahui hal ini.

Permasalahannya bukan hanya pada memalukan bangsa Indonesia saja, tetapi justru pada hukum hajinya tersebut.

Menurut hemat saya MUI harus segera mengeluarkan fatwanya bahwa haji illegal hukumnya “HARAM”.

Mengapa haram?ada beberapa alasan yang mengharamkannya;

1.       Mereka berangkat dengan niat yang jelas, yaitu berhaji untung-untungan. Kalau lolos dari petugas Arab saudi akan berhaji, kalau ketangkap yah…pulang.

2.       Hajinya tidak khusu’ karena selalu takut ketangkap petugas, makanya selalu sembunyi-sembunyi.

3.       Mencuri di rumah Allah, karena bertamu yang tidak seizin tuan rumah hukumnya haram

4.       Belum memenuhi sarat haji karena kata mampu dalam hadis nabi itu artinya sama saja dengan masuk quota haji.

Komentar»

1. Karscirebon - 2 September 2008

Aslm. Bang, saya coba laporkan pandangan mata perjumpaan saya sebagai petugas haji 2007 dengan haji paspor hijau. Suatu ketika aku pergi kesektor x, ada beberapa hal yang membutuhkan informasi dari daker makkah. Saat itu aku belum tau lokasi dan cara kesana, kecuali minta tolong ambulan/temus. Kebetulan ada ambulan/temus yg akan ke daker dengan tujuan membawa haji illegal. Inilah pertama kali aku lihat, seorang ibu lanjut usia, 70 tahun, terlunta lunta di masjidil haram. 3 hari tak makan, kalau lapar minum zamzam, beliau mengaku sudah 3 bulan di arab makkah, sejak puasa romadlon bulan bulan kemarin. Beliau mengikuti kelompoknya sesama turis sandal jepit, dengan ketua/pembimbing pak fulan, yang menyembunyikan disuatu rumah/tempat dimana selama 2 bulan tidak keluar rumah, takut swepping askar. Semua uang, bekal, surat2 pasport dibawa pak fulan, ibu ini hanya membawa tas paspor kosong yang sialnya warnanya beda dengan haji tahun ini, tidak ada gelang paspor, tidak bisa bahasa indonesia, bisa bahasa daerah saja dan medok, tidak bisa menulis, dan tak tau alamat di indonesia. Hanya bawa secarik foto lusuh anak lelakinya. Ditemukan karena tas paspornya dari jauh nampak beda. Dan yang penting adalah beliau nampaknya sengaja dilepas pak fulan di harram karena kehabisan bekal, agar ditemukan petugas dan dipulangkan ke tanah air. Cuman sekarang petugas yang kelimpungan, kalau siibu tak diserahkan keimigrasi segera, petugas dapat didakwa melindungi imigran gelap, celaka. Sedangkan kalau melihat kegigihan siibu yang memohon terus jangan dipulangkan sebelum selesai haji…Kasian juga. Akhirnya semua dikembalikan kepada keputusan daker. Saya sebagai petugas kloter hanya mengurut dada, melihat dari jauh, ketika kembali ke sektor x.
Demikian bang, semoga manfaat.
Wassalamualahkum.